Cerita Pendek yang Menginspirasi Cinta

#1: Hari ini, aku berjalan bersama putriku menyusuri lorong. Sepuluh tahun yang lalu aku menarik seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dari mobil ibunya yang dilalap api setelah mengalami kecelakaan serius. Dokter awalnya mengatakan ia tidak akan pernah berjalan lagi. Putriku datang bersamaku beberapa kali untuk mengunjunginya di rumah sakit, selanjutnya ia pergi menjenguk sendiri. Hari ini, aku melihat anak laki-laki tersebut yang telah dewasa tersenyum lebar, berdiri sendiri di atas dua kakinya di depan altar ketika ia menyempatkan cincin pada jari manis putriku.

#2: Hari ini, aku sedang duduk di bangku taman sambil menikmati sandwich makan siangku ketika pasangan tua menarik mobil mereka ke bawah sebuah pohon oak yang berada di dekatnya. Mereka menurunkan kaca jendela dan terdengarlah beberapa musik jazz di radio. Tak lama si pria keluar dari mobil, berjalan memutar ke sisi penumpang, membuka pintu bagi si wanita, mengambil tangannya dan membantunya keluar dari tempat duduknya, membimbingnya sekitar sepuluh meter dari mobil, dan mereka berdansa selama setengah jam di bawah pohon oak.

#3: Hari ini, aku berjalan ke pintu kantorku pada jam 7 pagi (aku seorang penjual bunga) ketika aku menemukan seorang prajurit Angkatan Darat berseragam berdiri di depan menunggu. Dia sedang dalam perjalanan ke bandara untuk pergi ke Afghanistan selama setahun. Dia berkata, “Aku biasanya membawa pulang karangan bunga untuk istriku setiap hari Jumat dan aku tidak ingin membiarkan dia sedih ketika aku pergi.” Dia kemudian menaruh pesanan sebanyak 52 karangan bunga untuk dikirim ke kantor istrinya dan memintaku untuk menjadwalkan satu pengiriman karangan bunga setiap hari jumat sampai ia kembali. Aku memberinya diskon 50% karena membuat hariku begitu spesial dengan melihat sesuatu yang begitu manis.

#4: Hari ini, aku mengatakan kepada cucuku yang berusia 18 tahun bahwa tidak ada yang mengajakku ke pesta dansa ketika aku masih SMA, jadi aku tidak hadir. Malamnya, ia muncul di rumahku mengenakan tuksedo dan membawaku sebagai teman kencannya ke pesta dansa.

#5: Hari ini, ayahku adalah ayah terbaik dimana aku bisa meminta. Dia suami yang penuh kasih kepada ibuku (selalu membuatnya tertawa), dia selalu hadir menyaksikan permainan musikku sejak aku berusia 5 tahun (aku berusia 17 tahun sekarang), dan dia menafkahi keluarga kami sebagai mandor bangunan. Pagi ini ketika aku sedang mencari sebuah tang di dalam kotak perkakas miliknya, aku menemukan sebuah kertas dilipat kotor di bagian bawah. Itu adalah sebuah jurnal lama dalam tulisan tangan ayahku dengan tanggal persis satu bulan sebelum hari aku dilahirkan. Bunyinya, “Aku berumur delapan belas tahun, seorang pemabuk yang gagal lulus dari perguruan tinggi, masa lalu yang suram, dan korban pelecehan dengan catatan kriminal pencurian mobil. Dan bulan depan, ‘ayah yang masih remaja’ akan ditambahkan masuk ke dalam jurnalnya. Tapi aku bersumpah aku akan membuat hal yang benar untuk gadis kecilku. Aku akan menjadi ayah yang baik yang tidak pernah aku miliki.” Dan entahlah, aku tidak tahu bagaimana dia melakukannya, tapi dia melakukannya.

#6: Hari ini, kakekku yang berusia 75 tahun dan telah buta karena katarak selama hampir 15 tahun berkata kepadaku, “Nenekmu adalah hal yang paling indah, bukan?” Aku termenung sejenak dan berkata, “Ya betul. Aku yakin anda rindu melihat kecantikannya setiap hari.” Kakekku menjawab, “Aku masih melihat kecantikannya setiap hari. Bahkan, aku melihat lebih dibanding dahulu ketika aku masih muda”.

#7: Hari ini, aku mengoperasi seorang gadis kecil. Dia membutuhkan darah berjenis O. Kami tidak memiliki sedikitpun, tetapi saudara lelaki kembarnya memiliki darah berjenis O. Aku menjelaskan kepadanya bahwa ini adalah masalah hidup dan mati. Dia duduk diam sejenak, dan kemudian ia berkata selamat tinggal kepada orang tuanya. Aku tidak berpikir apa-apa tentang hal itu sampai setelah kami mengambil darahnya dan ia bertanya, “Jadi kapan aku akan mati?” Dia berpikir dia akan memberikan hidupnya untuk saudara wanita kembarannya. Untungnya, mereka berdua baik-baik saja

#8: Hari ini, ketika dia terbangun dari koma sebelas bulan, dia menciumku dan berkata, “Terima kasih untuk berada di sini, dan menceritakan cerita-cerita yang indah, dan tidak pernah menyerah padaku … Dan ya, aku akan menikah denganmu.”

#9: Hari ini, anakku yang berusia 8 tahun memelukku dan berkata, “Mama adalah ibu terbaik di seluruh dunia!” Aku tersenyum dan sambil menyindir kujawab, “Bagaimana kau tahu itu? Kamu belum bertemu setiap ibu di seluruh dunia ini.” Anakku memelukku semakin erat dan berkata, “Ya aku sudah.. Mama adalah duniaku.”

#10: Hari ini, ketika aku tidur, aku terbangun oleh suara anak perempuanku yang memanggil aku. Aku tidur di sebuah sofa di rumah sakit dimana ia dirawat. Aku membuka mataku untuk melihat senyumnya yang indah. Anakku telah koma selama 98 hari.

#11: Hari ini, kakekku menyimpan sebuah foto tua, foto dirinya sedang berpose bersama nenek sambil tertawa bersama-sama pada sebuah pesta tahun 1960. Nenekku meninggal karena kanker pada tahun 1999 ketika aku masih berusia 7 tahun. Malam ini ketika aku masih di rumahnya, kakekku memergoki aku sedang menatap foto tersebut. Dia berjalan, memelukku dari belakang dan berkata, “Ingat, hanya karena sesuatu tidak berlangsung selamanya, bukan berarti itu tidak bernilai.”

#12: Hari ini, setelah 2 tahun perpisahan kami, mantan istriku dan aku melupakan perbedaan-perbedaan kami dan bertemu untuk makan malam. Kami tertawa dan mengobrol selama hampir 4 jam. Kemudian sesaat sebelum dia pergi, dia menyerahkan sebuah amplop besar. Di dalamnya terdapat 20 surat cinta yang dia tulis padaku selama 2 tahun terakhir yang tidak pernah dia kirim. Ada catatan post-it catatan pada amplop tersebut yang berbunyi, “Surat-surat dimana saya keras kepala untuk tidak mengirimnya.”

#13: Hari ini, ibuku meninggal setelah pertempuran panjang dengan kankernya. Sahabatku tinggal 2000 mil jauhnya dan meneleponku untuk menghibur. Sementara di telepon, ia bertanya, “Apa yang akan aku lakukan jika aku muncul di rumahmu dan memberi pelukan terbesar di dunia?” “Aku pasti akan tersenyum,” jawabku. Tak berapa lama dia membunyikan bel pintuku.

#14: Hari ini, kakekku yang berusia 91 tahun (seorang dokter militer, pahlawan perang, dan pemilik bisnis yang sukses) beristirahat di ranjang rumah sakit. Aku bertanya kepadanya apa pencapaian hidup terbesarnya. Dia berbalik, meraih tangan nenekku, menatapnya di mata, dan berkata, “Hidup bersama denganmu.”

#15: Hari ini, ketika aku melihat nenek dan kakkeku yang berusia 75 tahun bercanda konyol satu sama lain dan tertawa di dapur, aku merasa sepertinya aku punya bayangan sekilas tentang apa itu cinta sejati. Aku harap merasakannya suatu hari nanti.

#16: Hari ini, kakakku telah menyumbangkan sumsum tulangnya sebanyak 16 kali untuk membantu mengobati kankerku. Ia berkomunikasi langsung dengan dokterku dan melakukannya tanpa aku meminta atau tanpa sepengetahuanku. Dan hari ini dokter memberitahuku bahwa pengobatan tampaknya berjalan dengan baik. “Sel-sel kanker telah berkurang drastis dalam beberapa bulan terakhir.”

#17: Hari ini, aku sedang dalam perjalanan pulang dengan kakekku ketika ia tiba-tiba memutar mobilnya dan berkata, “Aku lupa untuk membawakan nenekmu bunga. Aku akan membelinya di salah satu toko bunga di sudut jalan ini. Hanya sebentar saja.” “Apa yang begitu istimewa tentang hari ini sehingga Anda harus membelikannya bunga?”, tanyaku. “Tidak ada yang istimewa hari ini”, kata kakekku. “Setiap hari adalah istimewa. Nenekmu mencintai bunga dan bunga akan memberikan senyuman di wajahnya.”

#18: Hari ini, aku membaca kembali surat bunuh diri yang aku tulis pada sore hari tanggal 2 September 1996, sekitar dua menit sebelum pacarku muncul di pintu dan mengatakan kepada ku, “Aku hamil.” Tiba-tiba aku merasa memiliki alasan untuk hidup. Saat ini dia telah menjadi istriku. Kami sudah menikah dengan bahagia selama 14 tahun. Dan putriku, yang hampir berusia 15 tahun sekarang, telah memiliki dua adik laki-laki. Aku membaca kembali surat bunuh diriku dari waktu ke waktu sebagai pengingat untuk bersyukur – Aku bersyukur bahwa aku mendapat kesempatan kedua dalam hidup dan cinta.

#19: Hari ini, dan setiap hari selama dua bulan terakhir sejak aku kembali ke sekolah dengan bekas luka bakar di wajahku setelah dirawat di rumah sakit selama hampir satu bulan karena luka yang aku dapatkan dalam kebakaran rumah, mawar merah selalu ditempelkan di lokerku ketika aku sampai di sekolah di pagi hari. Aku tidak tahu siapa yang datang ke sekolah lebih awal dan meninggalkan aku mawar ini. Aku bahkan datang lebih awal beberapa kali untuk mencoba mencari tahu, tapi setiap kali mawar itu sudah berada di sana.

#20: Hari ini adalah peringatan 10 tahun meninggalnya ayahku. Ketika aku masih kecil ia biasa bersenandung sebuah melodi singkat untukku sebelum aku berangkat tidur. Saat aku berusia 18 tahun, ketika ia beristirahat di ranjang rumah sakit bertempur melawan kankernya, peran tersebut berbalik dimana aku bersenandung melodi kepadanya. Aku belum pernah mendengar lagi melodi tersebut sejak lama, sampai dengan tadi malam. Aku dan tunanganku saling melihat satu sama lain di tempat tidur ketika ia mulai bersenandung kepadaku. Rupanya ibunya telah bersenandung kepadanya ketika dia masih kecil.

#21: Hari ini, seorang wanita yang harus kehilangan pita suaranya karena kanker terdaftar di kelas bahasa isyarat. Suaminya, empat anak, dua saudara perempuan, saudara laki-laki, ibu, ayah, dan dua belas teman-teman dekatnya juga terdaftar di kelas yang sama agar mereka dapat berkomunikasi dengannya setelah dia kehilangan kemampuannya untuk berbicara.

#22: Hari ini, anakku yang berusia 11 tahun fasih berbicara dalam bahasa isyarat karena sahabatnya, Josh, dibesarkan dengan keadaan tuli sejak masih bayi. Aku melihat persahabatan sejati mereka berkembang dan tumbuh selama bertahun-tahun.

#23: Hari ini, karena penyakit Alzheimer dan demensia, kakekku biasanya tidak bisa mengingat siapa nenekku ketika dia bangun di pagi hari. Hal ini mengganggu nenekku selama kurang lebih setahun sejak pertama kali terjadi, tapi sekarang dia sepenuhnya mendukung kondisinya. Bahkan, dia memainkan sebuah permainan setiap hari di mana ia mencoba untuk mendapatkan kakekku meminta untuk menikah kembali dengannya sebelum makan malam. Dia belum pernah gagal.

#24: Hari ini, ayahku meninggal secara alami pada usia 92 tahun. Aku menemukan tubuhnya beristirahat dengan tenang di kursi malas di kamar tidurnya. Dalam pangkuannya, menghadap tegak, 3 buah foto berbingkai ukuran 8 × 10 foto-foto ibuku yang meninggal sekitar 10 tahun yang lalu. Dia adalah cinta dalam hidupnya, dan tampaknya hal terakhir yang ingin dia lihat sebelum meninggal.

#25: Hari ini, aku adalah ibu yang bangga pada anakku berusia 17 tahun yang buta. Meskipun anakku lahir tanpa indera penglihatan, itu tidak menghentikannya dari menjadi seorang mahasiswa kelas A, seorang gitaris (dimana bandnya melampaui 25.000 download dari album pertama mereka), dan pacar dari seorang gadis bernama Valerie. Dan hari ini, adik perempuannya bertanya apa yang dia suka tentang Valerie, dan dia berkata, “Semuanya. Dia cantik.”

#26: Hari ini, aku sedang menunggu di sebelah sepasang orang tua. Cara mereka saling memandang … Anda bisa melihat mereka saling mencintai. Ketika sang suami menyebutkan bahwa mereka sedang merayakan ulang tahun mereka, aku tersenyum dan berkata, “Biar kutebak. Kalian berdua telah bersama-sama selamanya.” Mereka tertawa dan si istri berkata, “Sebenarnya tidak, hari ini adalah ulang tahun kami yang ke-5. Kami berdua telah ditinggal pasangan kami masing-masing dan kemudian kehidupan memberkati kita dengan satu lagi anugerah cinta.”

#27: Hari ini, ayahku menemukan adik perempuanku hidup, dirantai di sebuah gudang. Dia diculik di dekat Mexico City hampir 5 bulan lalu. Pihak berwenang berhenti mencarinya beberapa minggu kemudian. Ibuku dan aku berpasrah dan merelakan jiwanya untuk beristirahat. Kami menyiapkan acara pemakaman untuknya. Semua keluarga dan teman-teman menghadiri upacara kecuali ayahku. Sebaliknya ia terus mencarinya. Dia mengatakan dia “mencintainya terlalu banyak untuk menyerah.” Dan adikku pulang sekarang karena ayahku tidak pernah melakukannya (menyerah).

#28: Hari ini, aku dan kakakku berada dalam kecelakaan mobil yang serius. Kakakku adalah Miss populer di sekolahnya – dia tahu hampir semua orang. Aku sedikit introvert – Aku hanya bermain dengan 2 teman perempuan sepanjang waktu. Kakakku segera memposting kecelakaan kami di Facebook. Dan sementara semua teman-temannya berkomentar, 2 temanku muncul di lokasi kecelakaan sebelum paramedis tiba.

#29: Hari ini, tunanganku pulang dari tur terakhir tugasnya sebagai tentara di luar negeri. Kemarin dia hanya pacar aku, atau aku berpikirnya begitu. Hampir setahun yang lalu, dia mengirimkanku sebuah paket. Dia bilang aku tidak diizinkan untuk membukanya sampai ia pulang dalam dua minggu. Tapi kemudian tugasnya diperpanjang selama 11 bulan. Hari ini, ketika dia tiba di rumah, dia mengatakan kepadaku untuk membuka paket tersebut, dan ketika aku menarik cincin itu keluar dari kotak, dia kemudian berlutut dengan satu kaki.

#30: Hari ini, anakku yang berusia 12 tahun, Sean, dan aku mampir ke panti jompo bersama-sama untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Biasanya aku datang sendirian melihat ibuku yang sedang menderita Alzheimer. Ketika kami berjalan di lobi, seorang perawat berkata, “Hai, Sean!” Dan kemudian ia mempersilahkan kami masuk. “Bagaimana dia tahu namamu?”, tanyaku. “Oh, aku mampir ke sini setiap hari pada perjalanan pulang dari sekolahku untuk menyapa nenek”, kata Sean.

#31: Hari ini, aku menemukan catatan tulisan tangan lama yang ditulis ibuku ketika dia sedang berada di SMA dahulu. Ini adalah kriteria harapan ibuku suatu hari nanti ketika dia menemukan pacar. Daftar ini ternyata merupakan deskripsi yang tepat dari ayahku, yang dia temui di usianya yang ke-27.

#32: Hari ini, aku telah menjadi mitra dengan salah satu gadis paling cantik (dan populer) di sekolahku pada kelas laboratorium kimia sejak awal tahun ajaran. Dan meskipun aku tidak memiliki keberanian untuk berbicara dengannya, namun dia benar-benar ramah dan manis. Kami menghabiskan waktu kami di laboratorium mengobrol, tertawa, dan mendapatkan nilai A (dia pintar juga). Dan baru-baru ini kami mulai berbicara sedikit di luar kelas juga. Minggu lalu ketika aku mendengar bahwa dia belum memiliki pasangan pada pesta dansa kami, aku sangat ingin mengajaknya, namun selalu aku urungkan karena aku tidak memiliki keberanian. Kemudian suatu hari pada saat makan siang, dia berlari ke arahku dan secara resmi memintaku untuk mengajaknya ke pesta dansa. Jadi aku lakukan, dan dia mencium pipiku dan berkata,”Ya, aku mau!”

#33: Hari ini, aku memiliki seorang pasien tua yang menderita kasus Alzheimer parah. Dia jarang bisa mengingat namanya sendiri, dan dia sering lupa sedang berada dimana dan apa yang dia katakan beberapa menit sebelumnya. Tapi dengan bentangan beberapa keajaiban (mungkin keajaiban cinta), dia ingat siapa istrinya yang setiap pagi selalu muncul untuk menghabiskan beberapa jam dengannya. Dia biasanya menyambut dengan mengatakan, “Halo istriku Kate yang cantik.”

#34: Hari ini, anjing Labrador 21 tahun ku hampir tidak bisa berdiri, tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar, dan tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menyalak. Tapi itu tidak menghentikan dia dari mengibas-ngibaskan ekornya setiap kali aku berjalan ke ruangannya.

#35: Hari ini adalah ulang tahun pernikahan kami yang ke-10, tapi karena suamiku dan aku sama-sama baru menganggur, kami sepakat untuk tidak memberikan hadiah satu sama lain. Ketika aku bangun pagi ini, suamiku sudah bangun. Aku menuruni tangga dan menemukan bunga liar yang indah tertata dengan baik di seluruh rumah. Setidaknya ada 400 bunga total dan ia tidak mengeluarkan sepeser pun.

#36: Hari ini, pacar SMA ku, yang aku pikir tidak akan pernah melihatnya lagi, menunjukkan foto-foto kami berdua disimpan di dalam helm tentaranya selama ia bertugas selama 8 tahun terakhir.

#37: Hari ini, nenekku yang berusia 88 tahun beserta kucing tuanya yang sudah berusia 17 tahun, keduanya adalah buta. Anjing pemandu nenek membawa nenekku berjalan-jalan di sekitar rumah, dimana ini adalah normal. Namun belakangan, dia (anjing itu) telah membimbing kucingnya di sekitar rumah juga. Ketika kucingnya mengeong, dia berjalan mendekati dan menggosok-gosokkan badannya padanya, kemudian kucing itu mengikuti tepat di belakang dia menuju ke arah makanannya, ke kotak sampah, ke ujung lain dari rumah untuk tidur siang, dll.

#38: Hari ini, aku menyaksikan dengan ngeri melalui jendela dapur dimana anakku yang berusia 2 tahun jatuh terpeleset dengan kepala pertama masuk ke dalam kolam. Tapi sebelum aku bisa meraihnya, anjing Labrador Retriever kami, Rex, melompat ke kolam, menggigit kerah bajunya dan menariknya ke tempat dangkal di mana ia bisa berdiri.

#39: Hari ini, pada ulang tahun ke-10 kami, istriku memberiku catatan bunuh diri yang dia tulis ketika ia berusia 22 tahun, tepat pada hari kami bertemu. Dan dia berkata, “Selama bertahun-tahun aku tidak ingin kau tahu betapa bodoh dan tidak stabilnya aku sebelum kita bertemu. Tapi meskipun kamu tidak tahu, kamu telah menyelamatkan aku. Terima kasih.”

#40: Hari ini, aku duduk bersama dua anak perempuanku, berusia 4 dan 6 tahun, untuk menjelaskan kepada mereka bahwa kita harus pindah keluar dari rumah kita saat ini (4 kamar tidur) dan masuk ke sebuah apartemen dengan 2 kamar tidur untuk sementara waktu sampai aku dapat menemukan pekerjaan lain untuk dapat membayar sewa yang lebih baik. Putriku saling memandang sejenak dan kemudian putri bungsuku berpaling kepada aku dan bertanya, “Apakah kita semua pindah ke apartemen bersama-sama? “Ya,” jawabku. “Oh, jadi tidak ada masalah besar kalau begitu,” katanya.

#41: Hari ini, aku adalah seorang ibu dari 2 anak dan nenek dari 4 cucu. Pada usia 17 tahun aku hamil sepasang anak kembar. Ketika pacar dan teman-temanku mengetahui bahwa aku tidak akan menggugurkan mereka, mereka berpaling dingin padaku. Aku terus menjalani hidupku, bekerja paruh waktu sambil bersekolah, lulus dari SMA dan perguruan tinggi, dan aku bertemu seorang pria di salah satu kelasku yang telah mengasihi anak-anakku seperti anaknya sendiri selama 50 tahun terakhir.

#42: Hari ini, setelah aku mendengar bahwa ibuku tidak berangkat bekerja karena flu, aku mampir ke sebuah supermarket dekat rumah dalam perjalanan pulang dari sekolah untuk membeli beberapa kaleng sup. Ayahku ternyata sedang berada di sana. Aku berlari ke ayahku yang sudah berada di garis kasir. Dia membeli 5 kaleng sup, tissue, 4 DVD komedi romantis dan sebuket bunga. Ayah membuat aku tersenyum.

#43: Hari ini, aku sedang duduk di balkon sebuah hotel, menyaksikan sepasang kekasih sedang berjalan-jalan sepanjang pantai. Dari bahasa tubuh mereka, aku bisa melihat mereka tertawa dan menikmati kebersamaan mereka. Ketika mereka mendekat, aku menyadari bahwa mereka ternyata orang tuaku. Orang tuaku bercerai 8 tahun yang lalu.

#44: Hari ini, aku berusia 17 tahun, tapi aku sudah berpacaran dengan Jake selama 3 tahun, dan tadi malam adalah pertama kalinya kami menghabiskan malam bersama-sama. Kami belum pernah ‘melakukan’, dan kami tidak ‘melakukan’-nya tadi malam. Sebaliknya, kami memanggang kue, menyaksikan dua film komedi, tertawa, bermain Xbox dan jatuh tertidur dalam pelukan masing-masing. Meskipun aku telah dinasihati orang tuaku, tapi ternyata dia adalah seorang pria sejati dan seorang sahabat.

#45: Hari ini, ketika aku mengetuk sisi kursi rodaku dan mengatakan kepada suamiku, “Kamu adalah satu-satunya alasan aku ingin terbebas dari alat ini,” dia mencium dahiku dan berkata, “Sayangku, aku bahkan tidak melihat hal itu.”

#46: Hari ini, kakek dan nenekku, keduanya berusia 90 tahunan dan telah menikah selama 72 tahun, meninggal karena penyakit tuanya secara alami dengan selisih kurang lebih 1 jam dari yang lainnya.

#47: Hari ini, ayahku datang mengunjungiku pertama kali setelah 6 bulan sejak aku memberitahunya bahwa aku seorang gay. Ketika aku membuka pintu, dia mengeluarkan air mata dan memberikanku sebuah pelukan erat dan berkata, “Aku minta maaf, Jason. Aku menyayangi kamu.”

#48: Hari ini, adik kecilku perempuan yang menderita autis berbicara kata pertamanya pada usia 6 tahun – namaku.

#49: Hari ini, pada usia 72 tahun, atau hampir 15 tahun sejak ditinggal wafat kakekku, nenekku menikah kembali. Dan karena aku masih 17 tahun, aku belum pernah melihatnya begitu bahagia selama ini. Sangat menginspirasi melihat 2 orang jatuh cinta di usia mereka. Tidak pernah untuk terlambat.

#50: Hari ini, di sebuah klub jazz di San Fransisco, aku melihat seorang pria dan wanita menikmati minum bersama-sama. Wanita itu kerdil sementara si pria pasti memiliki tinggi 180 cm. Ketika malam semakin larut, mereka turun ke lantai dansa. Pria itu mengambil posisi berlutut sehingga dia dapat melakukan slow dance dengan si wanita. Mereka berdansa selama sisa malam.

Semoga cerita cinta diatas dapat menginspirasi tindakan anda untuk orang-orang yang anda sayangi.

Dari Berbagai sumber

Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s