Pebisnis, Ayo Melek Teknologi!!!

Orang-orang yang “Buta Teknologi” alias belum melek teknologi ini beragam pemiliknya, baik dilihat dari umur maupun profesi. Bukan hal yang aneh jika anda melihat seorang kakek-kakek mantan TNI tidak bisa mengoperasikan komputer, namun tentu anda akan merasa aneh jika melihat seorang guru tidak bisa mengetik di komputer. Memang aneh, tapi ini kenyataan. Masih ada segelintir guru yang harus meminta tolong kepada muridnya untuk mengetikkan soal ulangan. Hal yang sama juga terjadi terhadap segelintir pengusaha start up.

START UP BUSINESS?

Berbicara mengenai start up, kurang afdhol rasanya jika anda tidak melihat apa sebenarnya bisnis start up itu. Seperti namanya yakni start yang berarti memulai.

Bisnis start up adalah bisnis baru yang pendapatannya relatif masih rendah. Bisnis start up ini umumnya berskala kecil dan memperkerjakan karyawan dibawah 20 orang. Mudahnya, bisnis start up itu seperti bisnis UKM atau Usaha Kecil Menengah.

Sebenarnya kata start up adalah kata yang digunakan untuk menyebut perusahaan rintisan (baru) yang bergerak di bidang IT. Namun seiring berjalannya waktu, istilah start up business tidak hanya sebatas perusahaan rintisan (baru) di bidang IT saja, tetapi juga mulai dipakai dalam bisnis secara umum.

MELEK DIGITAL DAN START UP BUSINESS

Lalu apa hubungannya melek digital dan bisnis start up? tentu anda akan tertawa mendengar pertanyaan ini. Bagaimana tidak, bisnis start up itu identik dengan bisnis yang bergerak di bidang IT, bisnis yang menomorwahidkan teknologi. Apa jadinya bila seorang start upper tidak bisa teknologi?

Sekarang yang menjadi masalah adalah bisnis start-up tidak hanya sebatas bisnis maya yang keberadaannya hanya terendus lewat internet dan perangkat teknologi lainnya. Kini, istilah start up juga digunakan untuk menyebut semua bisnis baru. Ya, anda tidak salah dengar, semua bisnis baru!

Disinilah anda akan menjumpai permasalahannya. Tidak semua orang yang merintis bisnis baru (start up business) paham betul dengan teknologi. Contoh mudahnya adalah Ayah Bayu yang saya ilustrasikan diatas. Meskipun si ayah memiliki toko sepatu, tetapi beliau tidak mengerti apa-apa tentang teknologi. Ayah Bayu tidak paham dengan internet.

Di zaman yang sudah serba teknologi ini, tentu sudah menjadi sebuah keharusan untuk bisa menguasai teknologi. Apalagi bagi seorang pebisnis start up, teknologi menjadi elemen penting yang tak terpisahkan. Teknologi melalui internet menawarkan kemudahan bagi pebisnis start up untuk memasarkan produk mereka dengan biaya yang relatif murah. Pebisnis start up tidak perlu pusing-pusing mencari tambahan dana untuk biaya promosi melalui media cetak ataupun elektronik.

Menariknya, sebanyak 55 juta dari 245 juta penduduk di Indonesia kini telah menggunakan internet. Alangkah rugi jika seorang pebisnis tidak menggunakan internet untuk menarik 55 juta penduduk ini. Tidak hanya itu, berdasarkan data Kominfo April 2012, jumlah pengguna jejaring sosial di Indonesia juga besar. Setidaknya tercatat sebanyak 44,6 juta pengguna Facebook dan sebanyak 19,5 juta pengguna Twitter di Indonesia. Sungguh sangat menggiurkan jika menjadikan internet sebagai media promosi yang murah meriah bagi pebisnis start up.

KEUNTUNGAN MELEK DIGITAL

Dari berbagai fakta yang menggiurkan itu, tentu saja akan menjadi sebuah keuntungan tersendiri apabila seorang pebisnis start up melek digital. Pebisnis start up yang melek digital akan selangkah lebih maju daripada pebisnis start up yang belum melek digital. Mudahnya, mari ambil contoh pebisnis start up yang menggunakan internet dalam bisnisnya dan pebisnis start up yang tidak.

Pebisnis yang melek digital tentu saja akan memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnisnya. Dengan menggunakan internet para pebisnis start up akan mendapatkan banyak keuntungan. Antara lain:

  1. Mendapatkan pangsa pasar baru, yaitu pengguna internet dan social media. Pasar menjadi tidak sebatas pada konsumen yang mengunjungi toko saja.
  2. Mengetahui trend yang sedang hangat di masyarakat sehingga bisa memberikan inovasi–inovasi dalam usahanya sesuai dengan trend tersebut.
  3. Unlimited time alias tidak terbatas waktu. Pebisnis start up yang menggunakan internet sebagai alternatif berjualan selain secara konvensional tidak akan terikat oleh waktu. Tidak ada kata toko tutup. Full 24 jam dalam 7 hari.
  4. Dimana saja, siapa saja.

Keuntungan-keuntungan diatas hanyalah segelintir keuntungan yang diperoleh pebisnis start up apabila mereka memaksimalkan internet dalam kegiatan bisnis mereka. Tentu saja, pebisnis yang memaksimalkan internet dalam kegiatan bisnis mereka adalah pebisnis yang melek digital!

Sebaliknya, pebisnis start up yang belum melek digital akan tertinggal satu langkah di belakang pebisnis start up yang sudah melek digital. Kerugian-kerugian yang akan didapat pebisnis start up yang belum melek digital diantaranya:

  1. Pasar sebatas konsumen yang mengunjungi toko saja. Tidak semua orang dapat membeli produknya.
  2. Lambat mengetahui trend karena tidak terbiasa dengan social media maupun internet.
  3. Biaya promosi mahal, karena harus berpromosi tanpa melalui internet dan harus berpromosi melalui radio, televisi ataupun media cetak.
  4. Bisnis akan sulit berkembang.

Tentu menjadi sebuah kerugian besar apabila seorang pebisnis start up, pebisnis yang baru memulai usahanya mengalami hal itu. Maka langkah pertama yang harus dilakukan oleh pebisnis start up agar terhindar dari itu semua adalaah…ya betul ! Melek digital ! mulai dari sekarang !

KEKURANGAN MELEK DIGITAL

Namun tetap saja, ibarat 2 sisi yang saling berlawanan, melek digital tidak selalu berujung positif. Kadang melek digital juga bisa berujung negatif. Agar lebih mudah, mari ambil contoh internet. Pebisnis start up yang menggunakan internet (bisnis online) tidak selalu mendapatkan keuntungan dari internet, kadang mereka justru menderita kerugian akibat internet. Berikut ini beberapa kerugian pebisnis start up akibat internet :

  1. Uang tidak bisa langsung diterima tunai karena pembayaran biasanya dilakukan melalui transfer bank.
  2. Tambahan biaya ongkos kirim barang kepada konsumen yang membeli melalui internet sehingga barang menjadi lebih mahal dari harga pasarannya.
  3. Ada kecenderungan barang terlambat datang ke tangan konsumen sehingga akan membuat konsumen merasa kecewa. Berbeda dengan konsumen yang membeli langsung di toko, barang akan langsung berpindah tangan ke konsumen.
  4. Menjalankan bisnis melalui internet tidak sesimple kelihatannya, pebisnis dituntut untuk dapat membuat sistem otomatis dalam toko virtualnya.

Dari bahasan diatas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa melek digital itu penting bagi seorang pebisnis start up. Seorang pebisnis start up hendaknya wajib menguasai teknologi dan media-media digital seperti internet. Engga ada salahnya kok menjadi melek digital, justru dengan melek digital akan didapat banyak sekali manfaat, baik bagi pebisnis itu sendiri maupun bisnis yang dijalankannya.

Tapi tetap saja, “melek digital” tidak sepenuhnya baik. Ada kekuatan (strong) dan kelemahannya (weakness) sendiri-sendiri. Sebagai seorang pebisnis yang handal, hendaknya anda memaksimalkan keuntungan “melek digital” dan meminimalisir efek negatifnya, sehingga bisnis anda akan semakin berkembang.

Selain itu, kisah sukses yang ada dalam bahasan ini hendaknya dijadikan motivasi untuk menjadi “melek digital” dan memanfaatkan media digital dengan sebaik-baiknya. So, Pebisnis Start Up, Ayo Melek Digital!

Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua…Silahkan Share.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s