Apa si Kekayaan itu???

orang-terkaya-di-indonesia

Terkadang saat inspirasi terlintas dalam sekejap terasa mengagetkan, karena ia dapat memberi sebuah fenomena dan pemahaman yang sama sekali berbeda, seperti memperluas cakrawala tertentu yang tiada henti memperpanjang jalan yang ditapaki.

Disaat menulis topik tentang kekayaan atau harta benda, sebuah kata yang sering digunakan adalah penciptaan. Tentu saja, bagi banyak orang, proses memperoleh kekayaan adalah sebuah proses dari tidak memiliki sampai akhirnya memiliki (modal dengkul), sepertinya hal itu adalah suatu proses penciptaan yang sempat menyengsarakan diri. Pemikiran kita seolah juga telah terbiasa menerima indikasi tersebut.

Seiring dengan dinamika pemikiran, tiba-tiba teringat bahwa materi itu tidak musnah, ia selalu dalam keseimbangan. Sekarang komunitas ilmiah di Timur maupun Barat telah melakukan sejumlah penelitian dan mampu membuktikan bahwa materi itu abadi adanya; bahkan jika permukaan materi itu dibakar, meski telah menghanguskan materi yang berada di permukaan, tetapi meteri di dalamnya, yang lebih mikroskopis yakni: molekul, atom dan seterusnya, tidak mampu dihancurkan. Meski materi tidak musnah, maka kekayaan sebagai semacam materi, tentu saja juga tidak musnah, maka kata atau istilah “menciptakan” lantas patut dipertanyakan.

Sejak zaman kuno, manusia menganggap emas, perak dan batu permata sebagai kekayaan, sekarang pun tetap sama. Tapi emas, perak dan permata bukan diproduksi oleh manusia, juga bukan manusia yang menciptakan, melainkan secara alami sudah ada dan digunakan setelah ditemukan di tambang. Dapat dikatakan bahwa kekayaan memang sudah eksis sebelumnya, apalagi emas, perak dan permata tidak akan membusuk, tentu saja harta benda itu tidak akan musnah begitu saja, persis seperti air, ia mengalir dari satu tempat ke tempat lainnya. Disaat yang tepat, lokasi yang pas dan secara kebetulan telah ditemukan oleh orang yang lagi hoki atau mampu dibeli oleh orang yang telah berhasil dalam pekerjaannya.

Jadi, apakah kekayaan umat manusia itu tunduk pada batasan Tuhan dan dipengaruhi oleh Tuhan?

Menelaah masyarakat umat manusia, dalam pengembangannya di Timur maupun Barat yang telah menjalani puluhan atau ratusan ribu tahun sejarah, telah berkembang-biak menjadi kelompok massa yang besar dengan pengeluaran super besar, antara lain: membangun imperium, mendirikan puri dan istana, menggerakkan peperangan dan lain sebagainya. Semuanya dibangun diatas dasar kekayaan materi yang luar biasa besar. Harus tersedia sejumlah besar kekayaan, baru bisa mempertahankan perputaran operasional seluruh masyarakat selama puluhan ribu tahun, demi menopang secara berkesinambungan perkembangan dunia kita ini. Dan berasal darimanakah kekuat-an yang dibebani untuk mengoperasikan kekayaan dan perputaran dunia ini? Tidak peduli kekuatan apa pun itu, dalam rangka untuk membuat beroperasi dengan baik, maka harus menggunakan tangan atau dengan berbagai cara untuk terus menggerakkannya, dan di dalam umat manusia sepasang tangan super besar siapakah yang sanggup memutar seluruh bumi dan isinya itu?

Jika tidak ada sinar Matahari, segala sesuatu tidak dapat melakukan efek fotosintesis, tanaman tidak dapat tumbuh, di dalam kegelapan bakteri dan jamur akan tumbuh dengan menggila. Kalender yang digunakan baik itu kalender Maya ataupun kalender Tiongkok merupakan hasil studi astronomi dari zaman kuno. Manusia jika ingin membudidayakan pertanian, maka mau tak mau harus bergantung pada cuaca yang diberikan oleh Tuhan, cuaca yang baik merupakan prasyarat penting untuk panen yang baik. Selain itu pembudidayaan pertanian juga tergantung pada pergerakan konstelasi perbintangan. Bahkan disaat teknologi modern elektronik berkembang pesat seperti sekarang ini pun masih tetap demikian.

Negara-negara yang kaya raya berkat minyak, gas bumi, berlian, tambang emas dan lainnya, jika tidak ada pemberian dari alam raya, jika tidak ada perencanaan matang jutaan-miliaran tahun oleh sang Pencipta, maka manusia tidak mungkin akan mendapatkan kekayaan ekstra seperti itu. Oleh sebab itu kekayaan dan kehidupan manusia sangat berhubungan erat dengan anugerah Ilahi, kehidupan dan kekayaan manusia selamanya tidak pernah meninggalkan campur tangan Tuhan, meskipun Tuhan nampaknya begitu abstrak bagi kebanyakan orang, tapi manusia selamanya masih tidak dapat meninggalkan kepedulian dari Tuhan.

Pesan dari Si Kaya :

Pesan Dari si Kaya

Ada pepatah dalam aksara Tionghoa: sumber harta mengalir deras (財源滾滾 cái yuán gǔn gǔn), ini adalah perkataan yang disuka semua orang. Kata sumber harta (財源, cái yuán) sendiri selain abstrak juga sangat mengesankan, seolah melalui wujud permukaan aksara tersebut orang dapat melihat bentuk eksistensi kekayaan, bak sebuah danau besar yang terisi penuh dengan air kehidupan. Apabila konsepsi dan prinsip bekerja sang pengusaha dengan karakteristik, keuletan serta nilai orientasi dari “sumber harta” memiliki kesamaan, maka ia seolah tanpa henti dapat menjumput kekayaan yang ia perlukan, dan sumber harta itu akan mengalir deras, hal itu niscaya bukanlah impian belaka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s